Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik

e-ISSN: 2775-0833; p-ISSN:   2775-0329

Vol. 4 , No. 2, Juli 2022

 

HUBUNGAN KESIAPAN E-LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA DAN MATEMATIKA

 

Dionisius Regenza Kevindanu Chriswibowo

Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Indonesia

Email: kevindanu63@gmail.com

 

Abstrak

Kesiapan E-learning merupakan situasi atau kondisi yang menunjukkan kesiapan secara fisik maupun mental dalam memberikan respon dalam proses pembelajaran dengan menggunakan jaringan internet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kesiapan e-learning siswa terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA dan Matematika kelas III A SD Strada Budi Luhur I. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasional, di mana pengambilan subjek diambil kelas III A berjumlah 42 siswa. Instrumen pengambilan data yang digunakan yaitu angket kesiapan e-learning dan tes hasil belajar pada mata pelajaran IPA dan Matematika. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji normalitas, untuk melakukan uji korelasi product moment. (1) Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif kesiapan e-learing dengan hasil belajar IPA sebesar 0,425 dan (2) kesiapan e-learning dengan hasil belajar matematika sebesar 0,118. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya hubungan yang positif kesiapan e-learning siswa dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPA di SD Strada Budi Luhur I. Saran dari penelitian ini yaitu guru membimbing siswa supaya pembelajaran menggunakan e-learning dapat ditingkatkan.

 

Kata kunci: Kesiapan E-learning, Hasil Belajar

 

Abstract

E-Learning readiness is a situation or condition that demonstrates physical or mental readiness in response to the learning process by using the Internet network. This research aims to see the relationship between the readiness of e-learning students to the outcome of learning in SCIENCE and mathematics class III A Elementary School Strada Budi Luhur I. This research uses correlational descriptive research, in which the taking of subjects taken by class III A amounted to 42 students. The data retrieval instruments used are the e-Learning readiness questionnaire and the study results test in the SCIENCE and mathematics subjects. The research results are analyzed using the normality test, to conduct a correlation test product moment. (1) The results of the analysis showed there is a positive relationship of e-learning readiness with the study of SCIENCE of 0.425 and (2) the readiness of e-learning with math learning results of 0.118. Conclusion of this research is a positive relationship of the readiness of e-learning students with the results of study on SCIENCE subjects at SD Strada Budi Luhur I. Advice from this study is that teachers guide students so that learning using e-learning can be improved.

 

Keywords: E-learning Readiness, Learning Outcomes

 

Pendahuluan

Pendidikan memiliki tujuan yaitu, menurut “UU No.2 Tahun 1998 adalah untuk mencerdaskan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya, yaitu bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, memiliki pengetahuan, sehat jasmani dan rohani, memiliki budi pekerti luhur, mandiri, kepribadian yang mantap, dan bertanggung jawab terhadap bangsa”. Pemerintah, guru, siswa, orang tua, dan lingkungan masyarakat memiliki peran yang saling berhubungan dalam pendidikan. Oleh karena itu kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan salah satu untuk meningkatkan mutu siswa dan melihat tujuan pendidikan tercapai atau tidak. Tujuan pendidikan ini akan tercapai dapat dilihat dari bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa.

Peneliti melakukan penelitian karena adanya pandemic Corona yang sudah menyebar di wilayah Indonesia sehingga di Indonesia saat ini sudah menerapkan karantina wilayah. Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 1 ayat 6 “Karantina adalah pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan seseorang yang terpapar penyakit menular sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan meskipun belum menunjukkan gejala apapun atau sedang berada dalam inkubasi, dan/atau pemisahan peti kemas, Alat Angkut, atau Barang apapun yang diduga terkontaminasi dari orang dan/atau Barang yang mengandung penyebab penyakit atau sumber bahan kontaminasi lain untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke orang dan/atau Barang di sekitarnya”. Berdasarkan skala, karantina dibagi menjadi 4 jenis yaitu karantina di rumah, karantina di rumah sakit, karantina di wilayah, dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Selama karantina wilayah ini diberlakukan pemerintah meliburkan kantor-kantor swasta, kantor-kantor pemerintahan, sekolahan, dan lain-lain. Di kantor-kantor diterapkan dengan system bekerja dari rumah dan di sekolahan di terapkan pembelajaran online (e-learning).

Dalam mencegah penyebaran infeksi Virus Corona, peraturan tertulis yang sudah dikeluarkan oleh wali kota Bekasi dan dinas pendidikan Bekasi bahwa sekolah-sekolah diliburkan sementara hingga waktu yang ditentukan. Sekolah-sekolah diliburkan dengan digantinya pembelajaran secara online (e-learning). Di sekolah negeri menerapkan pembelajaran secara online (e-learning) dengan sebutan BDR (Belajar di Rumah) dan khususnya di perkumpulan Strada menerapkan pembelajaran secara online (e-learning) dengan sebutan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Di perkumpulan Strada sudah melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dengan 4 tahap perpanjangan dengan mengikuti peraturan pemerintah yang sedang berlaku dari tanggal 16 Maret 2020 hingga 20 Mei 2020 dan kemungkinan besar akan di perpanjang lagi mengingat Virus Corona yang terjadi di Indonesia semakin hari semakin bertambah pasien yang tertular.

Pada saat ini perkembangan teknologi informasi sangat berpengaruh besar dalam kehidupan manusia sehari-hari termasuk dalam pendidikan. Kemajuan teknologi informasi ini dapat memudahkan proses pembelajaran, dimana proses belajar yang tadinya terjadi di dalam kelas pada waktu-waktu tertentu sekarang menjadi proses pembelajaran yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Saat ini e-learning merupakan salah satu pemanfaatan teknologi informasi di dalam proses pembelajaran. Menurut (Simanihuruk et al., 2019) istilah “E-learning terdiri dari dua kata yaitu: E dan learning. E merupakan singkatan dari elektronik yang berarti benda yang dibuat dengan menggunakan prinsip elektronika, sedangkan Learning yang berarti pembelajaran atau belajar. E-learning dapat diartikan sebagai proses belajar atau pembelajaran dengan memakai alat elektronik seperti komputer”.

Proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan menggunakan e-learning dikarenakan adanya interaksi antar guru dan siswa yang sudah dirancang khusus untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan. Pembelajaran jarak jauh menggunakan e-learning dapat memberikan fleksibilitas kepada guru dan siswa. Dalam pemanfaatan e-learning juga memberikan keuntungan seperti siswa dapat mencari tambahan informasi materi pembelajaran di internet dan bisa mengakses materi-materi yang sudah di dapatkan nya kapan saja dan dimana saja. Tetapi dalam pembelajaran menggunakan e-learning memiliki kekurangan seperti kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri serta nilai moral dan karakter tidak ada di dalam jiwa siswa. Pembelajaran jarak jauh menggunakan e-learning membutuhkan fasilitas yang memadai seperti komputer atau handhpone atau laptop, jaringan komputer, dan koneksi internet.

Menurut (Arifin & Ekayati, 2019) “dalam menerapkan sistem pembelajaran elektronik atau e-learning adalah cara baru dalam proses mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis perkembangan teknologi informasi dan komunikasi”. Kini, e-learning mulai dari e-book, video, web, blog, jejaring sosial seperti facebook dan edmodo, dan lain-lain menjadi alternatif media pembelajaran yang digunakan para pendidik dan pembelajaran di dunia. Keberadaannya tentu mempermudah mendapat pengetahuan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pendidikan. Penggunaan e-learning di SD Strada Budi Luhur I Bekasi dengan cara guru memberikan tugas bermakna di kirimkan melalui WA (WhatsApp), E-mail, Google Form (Google Formulir), E-Learning Strada, dan Youtube. Dengan cara tersebut siswa dapat mengirimkan ke E-mail/ Google Form (Google Formulir)/ E-Learning Strada. Guru sebagai fasilitator juga memonitoring dan melayani pertanyaan siswa jika mengalami kendala dalam PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Sistem yang baik belum tentu menjamin tercapainya hasil belajar siswa yang maksimal. Seseorang dikatakan telah mendapatkan hasil belajar ketika sudah menyelesaikan beberapa mata pelajaran dengan memberikan bukti melalui hasil tes yaitu, nilai hasil belajar. Hasil dalam penyelesaian belajar ini merupakan bentuk usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai perubahan prestasi belajar siswa dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena nilai tes sebagai bukti hasil belajar merupakan perwujudan prestasi belajar. Tes ini diberikan kepada siswa untuk dijawab sesuai dengan tingkat kemampuannya, sehingga hasil dari tes tersebut dijadikan ukuran kemampuan siswa setelah mengerjakan tes tersebut. Dengan demikian hasil tes yang tertuang dalam bentuk nilai hasil belajar tersebut ialah perwujudan dari prestasi yang telah dicapai sesudah mereka melakukan aktivitas belajar sesuai dengan target yang telah ditentukan (Sinar, 2018).

Dalam proses pencapaian hasil belajar, siswa juga harus memperhatikan prinsip-prinsip belajar. Menurut R. Natawidjaja (Hasanuddin & Si, 2017)“Ada beberapa prinsip belajar yaitu efek kepuasaan, pengulangan, kesiapan, kesan pertama, makna yang dalam, bahan baru, dan gabungan”. Berdasarkan prinsip belajar tersebut, kesiapan merupakan salah satu prinsip yang penting. Oleh karena itu, supaya siswa mendapatkan hasil belajar yang baik dan maksimal diperlukan kesiapan siswa dalam belajar yang baik.

Dalam kegiatan proses belajar mengajar yang diadakan oleh guru kelas selama satu minggu dengan menggunakan E-Learning dalam mata pelajaran IPA hasil tes yang diperoleh dalam kategori rendah sebesar 42,9% sebanyak 18 siswa, dalam kategori sedang sebesar 35,7% sebanyak 15 siswa, dan kategori tinggi sebesar 9% sebanyak 9 siswa. Data ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA banyak siswa yang tidak mencapai nilai KKM yang sudah ditentukan oleh sekolah. Sedangkan dalam mata pelajaran Matematika hasil tes yang diperoleh dalam kategori rendah sebesar 47,6% sebanyak 20 siswa, dalam kategori sedang sebesar 31% sebanyak 13 siswa, dan dalam kategori tinggi sebesar 21,4% sebanyak 9 siswa. Data ini juga menunjukkan bahwa hasil belajar Matematika banyak siswa yang tidak mencapai nilai KKM yang sudah ditentukan oleh sekolah. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti ingin melihat adanya hubungan kesiapan e-learning dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPA dan Matematika. Pada kesiapan e-learning disini untuk melihat bagaimana siswa kelas III A seberapa siap untuk melakukan e-learning pada saat pembelajaran jarak jauh. Sebelum mengikuti proses pembelajaran e-learning, siswa diharuskan siap dalam belajar karena dapat menentukan hasil belajar. Penelitian tentang tingkat kesiapan e-learning perlu dilakukan supaya hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah yang menerapkan e-learning. Pertimbangan tersebut dimaksudkan agar pemanfaatan e-learning dapat direncanakan dengan matang. Jika tidak direncanakan dengan matang akan merugikan sekolah, guru serta siswa yang menggunakannya. Beberapa faktor yang dapat menjadi tolak ukur tentang kesiapan e-learning yaitu faktor manusia, faktor pengembangan diri, faktor teknologi dan faktor inovasi dari model penelitian (Aydın & Taşçı, 2005)

Berdasarkan hasil wawancara singkat dengan siswa di SD Strada Budi Luhur I tentang kesiapan siswa dalam mempersiapkan e-learning, ada siswa yang tidak mempunyai komputer, ada siswa yang tidak mepunyai laptop, ada siswa yang mempunyai komputer, laptop dan handphone. Siswa masih belum bisa mengoperasikan komputer, laptop ataupun handphone dengan menerima dan mengirim tugas ke wali kelas.

Berdasarkan hasil peneltian, menurut Beni Mulyadi (2017) pengembangan e-learning pada standar kompetensi mengoperasikan aplikasi perangkat lunak di SMK Negeri 7 Yogyakarta layak untuk dikembangkan. Hal ini dibuktikan oleh Rahayu Larasati (2017) hasil observasi dan wawancara menunjukkan kesiapan siswa SMA kelas XI IPA di tujuh sekolah yang ada di kabupaten Sleman yang berada dalam kategori tidak siap sebesar 0%, kategori kurang siap sebanyak 303 siswa (94,10%), kategori siap sebanyak 19 siswa (5,90%). Berdasarkan aspek-aspek kesiapan, siswa SMA kelas XI IPA di tujuh sekolah di kabupaten Sleman berada dalam kategori siap.

 

Metode Penelitian

Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas III A karena di kelas III B dan III C sedang ada penilaian harian. Penelitian dilaksanakan di SD Strada Budi Luhur I Bekasi, khususnya dikelas III A dan berlangsung selama kurang lebih selama 5 bulan.

A. Variabel Penelitian

1. Identifikasi Variabel

Variabel merupakan titik fokus peneliti untuk diamati. Menurut Sugiyono (2015) variabel penelitian merupakan sifat atau nilai dari objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini, ada beberapa variabel yang digunakan yaitu variabel bebas (Independent variabel) dan variabel terikat (Dependent variabel). Variabel bebas ialah variabel yang memengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2009). Sedangkan variabel terikat ialah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.

B.  Teknik Analisis Data

1.   Analisis Uji Coba

a.   Uji Validitas

Uji validitas digunakan pada setiap butir pernyataan/pertanyaan. Hasil r hitung dibandingkan dengan r tabel, dengan menggunakan taraf signifikansi 5%. Jika r hitung > r tabel maka pernyataan/pertanyaan dinyatakan valid, jika r hitung < r tabel maka pernyataan/pertanyaan dinyatakan tidak valid. Peneliti melaakukan validasi dengan dosen ahli M. Pd CT untuk mengukur valid atau tidaknya butir angket. Angket dikatakan valid jika butir pernyataan angket mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur. Uji validitas hasil belajar pada mata pelajaran IPA dan Matematika dilakukan kepada siswa kelas III B.

b.   Uji Realibilitas

Peneliti menguji Relibilitas instrumen dengan menggunakan SPSS 23. Menurut (Setyawan, 2017) menyatakan bahwa “realibilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan”. Setelah proses validitas, dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan SPSS maka harga Cronbach’s Alpha untuk kuesioner Kesiapan E-learning 0,943 maka reliable, untuk hasil belajar IPA  0,829 maka reliable sedangkan Cronbach’s Alpha untuk hasil belajar Matematika 0,931 maka reliabel.

c.   Analisis Data

Analisis data digunakan teknik deskriptif data dengan perhitungan manual dan data dideskripsikan.

d.   Pengujian Prasyarat

1.   Uji Normalitas

Pada penelitian ini untuk menguji normal tidaknya sampel dihitung dengan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS 23. Pengambilan keputusan untuk uji normalitas sebagai berikut: Jika nilai Sig > 0,05, maka dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal. Jika nilai Sig < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa data tidak berdistribusi normal.

2.   Uji Korelasi

Peneliti menghitung uji korelasi dengan bantuan SPSS 23 dan perhitungan manual. Dasar pengambilan keputusan jika nilai Signifikansi > 0,05 maka distribusi data adalah berkoralsi. Jika nilai Signifikansi < 0,05 maka distribusi data tidak berkorelasi.

.

Hasil dan Pembahasan

A. Hasil

Berdasarkan hasil deskriptif statistik dengan perhitungan manual dapat diketahui rata-rata untuk variabel hubungan kesiapan e-learning terhadap hasil belajar IPA dan Matematika. Variabel kesiapan e-learning memilik nilai rata-rata 3.95, variabel hasil belajar IPA memiliki rata-rata 76.79, dan variable hasil belajar Matematika memiliki rata-rataa 84.76

1.   Hasil Uji Normalitas

Uji dilakukan terhadap data kuesioner yang telah diisi oleh siswa kelas IV. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah nilai residual berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki residual yang berdistribusi normal. bahwa antara variable kesiapan e-learning dengan variable hasil belajar IPA didapatkan angka Kolmogorov-smirnov sebesar 0,200 dimana angka tersebut > 0,05. Sementara itu pada variable kesiapan e-learning dengan variable hasil belajar Matematika mendapatkan nilai kolmogorov-smirnov sebesar 0,200  dimana angka tersebut > 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesiapan e-learning dengan hasil belajar IPA dan kesiapan e-learning dengan hasil belajar Matematika berdistribusi normal.

2.   Hasil Uji Korelasi

Peneliti menghitung uji korelasi dengan perhitungan normal dan dibantu  SPSS 23, hasil uji korelasi, diketahui nilai signifikasi sebesar 0.425, maka berdasarkan tabel interpretasi korelasi menurut Guildford dalam Narlan Abdul dan Juniar Dicky Tri korelasi yang terjadi antara kesiapan e-learning dengan hasil belajar IPA yaitu masuk kategori cukup. Hasil uji korelasi, diketahui nilai signifikasi sebesar 0.118, maka berdasarkan tabel interpretasi korelasi menurut Guildford dalam Narlan Abdul dan Juniar Dicky Tri korelasi yang terjadi antara kesiapan e-learning dengan hasil belajar Matematika yaitu masuk kategori sangat lemah.

B.  Pembahasan

Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian mengenai hubungan kesiapan e-learning siswa terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA dan Matematika. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas III A SD Strada Budi Luhur I yang dilaksanakan di bulan April sampai Mei. Penelitian ini dilakukan karena adanya pandemi Covid-19 yang sudah menyebar diberbagai wilayah Indonesia dan sekolah menjalankan proses pembelajaran dengan menggunakan e-learning sehingga proses pembelajaran dapat berlanjut hingga akhir semester.

Peneliti menggunakan satu kelas untuk dijadikan kelas uji coba yaitu kelas III B. Kelas ini merupakan rekomendasi dari guru, dan memang saat peneliti melakukan uji coba hanya kelas tersebut yang sedang tidak ada ulangan harian. Total siswa kelas III B yaitu 42 siswa.

Melakukan uji coba, peneliti melakukan validasi kuesioner kepada ahli. Kemudian setelah melakukan validasi kuesioner dan revisi, peneliti baru dapat melakukan uji coba. Uji coba pertama yang dilakukan peneliti yaitu mengenai kuesioner kesiapan e-learning. Setelah peneliti mendapatkan data hasil uji coba, peneliti melakukan pengolahan data dengan menggunakan SPSS versi 23 untuk melihat pernyataan yang valid dan tidak valid” Kemudian peneliti melakukan hal yang sama pada uji coba kedua yaitu tes IPA dan uji coba ketiga yaitu tes Matematika. Untuk kompetensi dasar yang digunakan pada kedua mata pelajaran tersebut, peneliti menggunakan kompetensi dasar yang diberikan oleh guru dan memang sedang dipelajari siswa di semester dua.

Peneliti melakukan uji coba dan pengolahan data dengan menggunakan SPSS versi 23, peneliti memperoleh pernyataan dan pertanyaan yang valid dan reliabel yang kemudian disusun kembali menjadi instrument yang baru untuk dilakukan penelitian pengambilan data pada subjek. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas III A. Pemberian instrument kepada siswa secara bertahap yang pertama kuesioner kesiapan e-learning, lalu kedua tes IPA, dan ketiga tes Matematika.

Seluruh data penelitian terkumpul, peneliti mulai mengolah data tersebut dengan menggunakan SPSS versi 23. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, hasil kesiapan e-learning dari 42 responden terdapat faktor teknologi sebesar 3,93 dengan ”kategori siap tetapi membutuhkan sedikit peningkatan, faktor inovasi sebesar 3,92 dengan kategori siap tetapi membutuhkan sedikit peningkatan, faktor manusia sebesar 4,04 dengan kategori siap tetapi membutuhkan sedikit peningkatan, faktor pengembangan diri sebesar 3,95 dengan kategori siap tetapi membutuhkan sedikit peningkatan, dan total keseluruhan faktor sebesar 3,95 dengan kategori siap tetapi membutuhkan sedikit peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, hasil interpretasi kategori kesiapan e-learning dari 42 responden terdapat 4 siswa (9,5%) yang memiliki kesiapan e-learning dengan kategori rendah, kemudian terdapat 13 siswa (31,0%) yang memiliki kesiapan e-learning dengan kategori sedang, dan terdapat 25 siswa (59,5%) yang memiliki kesiapan e-learning dengan kategori tinggi. Jika dilihat dari hasil yang diperoleh, maka kesiapan e-learning yang dimiliki siswa termasuk dalam kategori cukup dengan jumlah 25 siswa (59,5%). Berdasarkan hasil penelitian, hal ini didukung oleh teori menurut (Aydın & Taşçı, 2005) yang membahas tentang kesiapan dalam menggunakan e-learning dapat dilihat dari 4 faktor yaitu teknologi, inovasi, manusia, dan pengembangan diri. Dari keempat faktor tersebut dapat digunakan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang harus di tingkatkan lagi dalam menggunakan e-learning dalam proses pembelajaran jarak jauh.

Untuk interpretasi kategori hasil belajar yang diperoleh siswa pada mata pelajaran IPA yaitu dari 42 responden, terdapat 7 siswa (16,7%) yang mendapatkan hasil belajar dengan kategori rendah, kemudian terdapat 2 siswa (4,8%) yang mendapatkan hasil belajar dengan kategori sedang, dan 33 siswa (78,6%) yang mendapatkan hasil belajar dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil perolehan data diatas, maka hasil belajar yang diperoleh siswa pada mata pelajaran IPA termasuk dalam kategori tinggi dengan jumlah 33 siswa (78,6%) Selain itu interpretasi kategori hasil belajar yang diperoleh siswa pada mata pelajaran Matematika yaitu dari”42 responden, terdapat 6 siswa (14,3%) yang mendapatkan hasil belajar dengan kategori rendah, kemudian terdapat 20 siswa (47,6%) yang mendapatkan hasil belajar dengan kategori sedang, dan 16 siswa (38,1%) yang mendapatkan hasil belajar dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil perolehan data diatas, maka hasil belajar yang diperoleh siswa pada mata pelajaran IPA termasuk dalam kategori sedang dengan jumlah 20 siswa (47,6%).

Setelah itu data yang sudah diperoleh peneliti dilakukan uji normalitas menggunakan grafik P-Plot dan tabel test of normality dengan menggunakan Kolmogrov-Smirnov, untuk mengetahui apakah data yang diperoleh peneliti layak untuk digunakan. Hasil uji normalitas yang diperoleh peneliti yaitu pada kesiapan e-learning diperoleh grafik P-Plot dengan kurva normal, untuk hasil belajar IPA diperoleh grafik P-Plot dengan kurva normal, dan hasil belajar Matematika diperoleh grafik P-Plot dengan kurva normal. Maka variabel kesiapan e-learning dan hasil belajar pada mata pelajaran IPA dan Matematika dapat dikatakan normal. Data yang diperoleh peneliti dilakukan uji korelasi antara kesiapan e-learning terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA dan Matematika. Hasil analisis korelasi yang diperoleh yaitu 0,425 untuk kesiapan e-learning terhadap hasil belajar IPA, dan 0,118 untuk kesiapan e-learning terhadap hasil belajar Matematika. Jika dilihat pada pedoman interpretasi koefisien korelasi menurut Guildford dalam (Narlan & Juniar, 2018), maka dapat dikatakan bahwa kesiapan e-learning memiliki hubungan yang positif terhadap hasil belajar IPA termasuk dalam kategori cukup dan kesiapan e-learning memiliki hubungan yang positif terhadap hasil belajar Matematika termasuk kategori sangat lemah.

 

Kesimpulan

Kesiapan e-learning siswa kelas III A SD Strada Budi Luhur I sudah siap, tetapi membutuhkan sedikit peningkatan dengan perolehan skor rata-rata 3,95. Hasil belajar IPA siswa kelas III A SD Strada Budi Luhur I, berada pada kategori tinggi dengan perolehan skor rata-rata 76,79. Sedangkan hasil belajar Matematika juga berada pada kategori tinggi dengan perolehan skor 84,76. Hubungan kesiapan e-learning terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas III A SD Strada Budi Luhur I pada kategori cukup dengan perolehan hasil koefisien korelasi sebesar 0,425. Hubungan kesiapan e-learning terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Matematika siswa kelas III A SD Strada Budi Luhur I pada kategori lemah dengan perolehan hasil koefisien korelasi sebesar 0,118.

 

BIBLIOGRAFI

Arifin, Muhammad, & Ekayati, Rini. (2019). E-learning berbasis edmodo. Deepublish.

 

Aydın, Cengiz Hakan, & Taşçı, D. (2005). Measuring readiness for e-learning: Reflections from an emerging country.

 

Hasanuddin, H., & Si, M. (2017). Biopsikologi Pembelajaran: Teori dan Aplikasi. Syiah Kuala University Press.

 

Narlan, Abdul, & Juniar, Dicky Tri. (2018). Statistika dalam penjas aplikasi praktis dalam penelitian pendidikan jasmani. Deepublish.

 

Setyawan, Febri Endra Budi. (2017). Pengantar Metodologi Penelitian:(statistika praktis). Zifatama Jawara.

 

Simanihuruk, Lidia, Simarmata, Janner, Sudirman, Acai, Hasibuan, M. Said, Safitri, Meilani, Sulaiman, Oris Krianto, Ramadhani, Rahmi, & Sahir, Syafrida Hafni. (2019). E-learning: Implementasi, strategi dan inovasinya. Yayasan Kita Menulis.

 

Sinar, D. (2018). Metode active learning. Yogyakarta, Indonesia: Deepublish.

 

Copyright holder :

Dionisius Regenza Kevindanu Chriswibowo (2022)

 

First publication right :

Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik

 

This article is licensed under: