Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik

Vol. 5, No. 2, July 2023

 

DAMPAK POSITIF & NEGATIF PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

NASIONAL DI ERA DIGITAL

 

Winda Kustiawan, Ahmad Andrehadi Hasibuan, Nurhidayah Lubis, Muhammad Fauzan Fayrozi, Maisarah

Fakultas Hukum Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia          

Email:andreahmad000@gmail.com,nurhidayahlubis858@gmail.com, muhammadfauzafayrozi@gmail.comsmay6354@gmail.com  

 

Abstrak

Penelitian yang menggunakan metode kualitatif studi kasus dan subjek penelitian yang dipilih adalah pemerintah dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya komunikasi pembangunan melalui teknologi informasi dan komunikasi dalam era globalisasi, demokratisasi, dan desentralisasi. Beberapa temuan yang dihasilkan dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut: Pentingnya Komunikasi Pembangunan melalui TIK: Penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pembangunan yang efektif dengan memanfaatkan media TIK, terutama melalui e-Government, memiliki dampak positif dalam meningkatkan pelayanan publik yang baik, cepat, dan responsif. Penggunaan teknologi ini memungkinkan pemerintah daerah untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, menyampaikan informasi tentang program pembangunan, dan memfasilitasi partisipasi aktif dari masyarakat dalam proses pembangunan. Selain itu, transparansi anggaran dan program pembangunan juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Kata Kunci: Kepastian Hukum; Pemberhentian Sementara; Notaris; Pailit.

 

Abstract

Research that uses a case study qualitative method and the chosen research subject is the government can provide a deeper understanding of the importance of communication development through information and communication technology in the era of globalization, navigation and decentralization. Some of the findings resulting from this research are as follows: The Importance of Development Communication through ICT: Research shows that effective development communication by utilizing ICT media, especially through e-Government has a positive impact on improving good, fast and responsive public services. The use of this technology allows local governments to interact directly with the community, convey information about development programs, and facilitate active community participation in the development process. In addition, budget transparency and development programs are also important factors in building public trust in the government.

Keywords: Impact, Infrastructure Development, Digital Era.

 


Pendahuluan

            Era digital membawa banyak peluang dan manfaat dalam pembangunan bangsa, namun juga menimbulkan sejumlah tantangan yang perlu diatasi (Danugroho, 2022). Beberapa permasalahan yang terkait dengan pembangunan bangsa pada era digital adalah infrastruktur sdigital, kurangnya infrastruktur digital yang memadai, seperti akses internet yang merata, infrastruktur telekomunikasi yang handal, dan sumber daya manusia yang terampil dalam teknologi, menjadi kendala dalam memanfaatkan potensi teknologi secara optimal. Pemerataan akses internet dan peningkatan kualitas infrastruktur digital menjadi prioritas untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya(Deliabilda, Marlisa, Anditya, Ariana, & Dasman, 2021). Era digital membawa ledakan informasi, tetapi juga memunculkan masalah keterbukaan informasi yang tidak terkendali(Sugihartati, 2022). Adanya informasi palsu, hoaks, dan konten negatif yang mudah menyebar melalui media sosial memerlukan kesadaran masyarakat untuk menjadi konsumen informasi yang kritis dan bijak(Bahri, 2021). Peningkatan literasi digital dan media menjadi penting dalam menghadapi tantangan ini. Ancaman serangan siber, pencurian data pribadi, dan penipuan online merupakan permasalahan serius dalam era digital(Susanto, Antira, Kevin, Stanzah, & Majid, 2023). Perlindungan privasi dan keamanan data menjadi sangat penting, baik dalam tingkat individu maupun institusional. Meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam keamanan siber, serta penguatan kerangka kebijakan dan regulasi yang tepat, diperlukan untuk melindungi masyarakat dan institusi dari ancaman ini.(Radinal, 2023) Kurangnya pemahaman dan keterampilan digital menjadi hambatan dalam memanfaatkan potensi teknologi. Penting bagi pendidikan dan pelatihan untuk fokus pada pengembangan keterampilan digital, baik untuk masyarakat umum maupun tenaga kerja, agar mereka dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi dan memanfaatkannya secara efektif(Tahar, Setiadi, & Rahayu, 2022). Akses yang tidak merata terhadap teknologi dan informasi dapat memperlebar kesenjangan ekonomi. Bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses atau pemahaman teknologi, kesempatan untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital terbatas(Rokhman & Pristiwati, 2023). Diperlukan upaya untuk mengatasi ketimpangan ini dengan memastikan akses yang merata dan memberikan pelatihan yang dibutuhkan untuk memperkuat inklusivitas digital. Membangun bangsa pada era digital membutuhkan komitmen dan upaya kolaboratif dari pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara luas(Firdaus, Tursina, & Roziqin, 2021). Dengan mengatasi tantangan ini, Indonesia dapat memanfaatkan potensi teknologi secara maksimal untuk mencapai kemajuan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan yang berkelanjutan(Adisaputro, 2020).

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka berikut adalah beberapa rumusan masalah yang akan dibahas, yaitu: Bagaimana dampak positif dan negatif pembangunan infrastrukstur nasional di era digital?          

 

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Bodgan dan Taylor (2002) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang atau perilaku yang diamati(Hasanah, 2020). Definisi ini berfokus pada jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian, yaitu. data deskriptif kualitatif. Dengan kata lain, penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif dan bertujuan untuk menemukan makna dari suatu fenomena. Penelitian kualitatif dimulai dengan menjelajahi area tertentu, mengumpulkan data, dan menghasilkan ide dan hipotesis dari data tersebut, sebagian besar melalui apa yang disebut penalaran induktif. Sumber data sekunder untuk penelitian ini adalah Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur diera digital. Dokumen atau jurnal ilmiah yang berkaitan dengan masalah penelitian. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah observasi semi partisipan, karena makna fenomena dipahami dengan baik oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

 

Hasil dan Pembahasan

            Memperbaiki koordinasi antara pemangku kepentingan dan mengatasi masalah pendanaan, pengadaan lahan, dan pembagian risiko antara pemerintah dan badan usaha memang kritis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di negara ini. Langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah, seperti pembentukan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), penerbitan undang-undang untuk percepatan pengadaan tanah, dan pemberian fasilitas penyiapan proyek serta dukungan finansial, diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyiapan proyek, menarik minat investasi, dan mengatasi kendala-kendala yang ada. Penting bagi pemerintah terus meningkatkan koordinasi antara lembaga dan pemangku kepentingan terkait serta melakukan evaluasi dan pembaruan kebijakan yang relevan agar progres pembangunan infrastruktur dapat lebih cepat dan efektif. Dengan dukungan yang kuat dari pemerintah dan kolaborasi yang baik antara sektor publik dan swasta, diharapkan pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat terus berlanjut dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur memang memiliki peran yang sangat penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat(Yakup, 2019). Namun, sektor jasa konstruksi juga dihadapkan pada beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan. Beberapa permasalahan yang umum di sektor jasa konstruksi nasional antara lain:

1.         Kualifikasi Tenaga Kerja: Dalam menghadapi kenaikan anggaran pembangunan infrastruktur, perlu diperhatikan kualifikasi tenaga kerja konstruksi. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan tuntutan proyek-proyek infrastruktur yang semakin kompleks dan modern. Ini dapat dilakukan melalui pelatihan, pendidikan vokasi, dan program pengembangan keterampilan.

2.         Kompetensi dan Kualitas Badan Usaha: Penting untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas badan usaha sebagai penyedia jasa di sektor konstruksi. Badan usaha perlu memiliki kapabilitas teknis, manajerial, dan finansial yang memadai untuk melaksanakan proyek-proyek infrastruktur dengan baik. Dalam hal ini, peran sertifikasi dan akreditasi dapat membantu menjamin kualitas dan profesionalisme badan usaha konstruksi.

3.         Kebijakan dan Pengaturan: Diperlukan kebijakan dan pengaturan yang mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Hal ini meliputi penyederhanaan prosedur perizinan, perbaikan sistem pengadaan barang dan jasa, pemangkasan birokrasi, dan pemberian insentif yang mendorong partisipasi aktif sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur.

4.         Pengelolaan Risiko: Pembangunan infrastruktur juga dihadapkan pada risiko yang perlu dikelola dengan baik. Risiko seperti biaya proyek yang tidak terkendali, penundaan proyek, perubahan kebijakan, dan faktor-faktor eksternal dapat berdampak negatif terhadap kelancaran pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi pengelolaan risiko yang efektif dalam setiap proyek infrastruktur.

Dalam mengatasi permasalahan sektor jasa konstruksi, kerjasama antara pemerintah, swasta, dan lembaga terkait lainnya sangat penting. Dengan memperhatikan kualifikasi tenaga kerja, meningkatkan kompetensi badan usaha, menerapkan kebijakan yang mendukung, dan mengelola risiko dengan baik, diharapkan sektor jasa konstruksi dapat berperan optimal dalam pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi negara.

Penerapan infrastruktur digital memiliki dampak yang signifikan terhadap kegiatan ekonomi. Berikut adalah beberapa dampaknya:

1.         Kemudahan Akses: Infrastruktur digital memungkinkan akses yang mudah dan cepat terhadap informasi, produk, dan layanan. Hal ini memungkinkan pelaku ekonomi untuk berinteraksi dan bertransaksi dengan mudah, tanpa dibatasi oleh batasan geografis. Dalam perdagangan, adanya e-commerce memungkinkan pelaku usaha untuk menjual produk mereka secara online dan menjangkau pasar yang lebih luas.

2.         Efisiensi Operasional: Infrastruktur digital memungkinkan proses bisnis dan operasional yang lebih efisien. Dengan adanya sistem digital untuk manajemen data, pengolahan informasi, dan otomatisasi, perusahaan dapat mengurangi biaya, waktu, dan sumber daya yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan bisnis. Misalnya, penggunaan cloud computing dapat mengurangi biaya investasi perangkat keras dan memungkinkan penyimpanan dan pengolahan data yang fleksibel.

3.         Inovasi dan Pertumbuhan Bisnis: Infrastruktur digital menciptakan ruang bagi inovasi dan pertumbuhan bisnis baru. Dalam era digital, banyak perusahaan teknologi muncul dengan solusi baru dan model bisnis yang mengganggu industri yang sudah ada. Perusahaan yang mampu memanfaatkan infrastruktur digital dengan baik dapat mengembangkan produk dan layanan inovatif, meningkatkan efisiensi operasional, dan menghadapi persaingan dengan lebih baik.

4.         Peningkatan Produktivitas:

Infrastruktur digital memungkinkan peningkatan produktivitas dalam berbagai sektor ekonomi. Dengan adanya teknologi yang mendukung kolaborasi dan komunikasi yang efisien, tim dapat bekerja secara efektif meskipun berada di lokasi yang berbeda. Selain itu, adopsi teknologi yang tepat juga dapat meningkatkan efisiensi dalam rantai pasokan, manajemen inventaris, pemasaran, dan layanan pelanggan.

5.         Peningkatan Kualitas Hidup: Infrastruktur digital juga dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat. Misalnya, adanya akses mudah ke layanan kesehatan online dapat meningkatkan aksesibilitas dan pemerataan pelayanan kesehatan. Peningkatan konektivitas juga memungkinkan pendidikan jarak jauh dan akses ke sumber daya pendidikan yang lebih luas, meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat(Sasuwuk, 2023).

Dalam kesimpulannya, pembangunan infrastruktur digital memiliki dampak yang signifikan terhadap kegiatan ekonomi, termasuk kemudahan akses, efisiensi operasional, inovasi dan pertumbuhan bisnis, peningkatan produktivitas, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat(Annas, 2022). Oleh karena itu, penting untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur digital yang handal dan terjangkau guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pembangunan infrastruktur memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kondisi ekonomi di daerah sekitarnya. Beberapa dampak positif yang dapat terjadi adalah:

1.         Penyerapan Tenaga Kerja Lokal: Pembangunan infrastruktur dapat menjadi sumber lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan melibatkan tenaga kerja lokal dalam proyek pembangunan, pengangguran dapat dikurangi dan pendapatan masyarakat meningkat. Hal ini akan berdampak positif pada perekonomian daerah.

2.         Pengembangan sistem infrastruktur telekomunikasi memudahkan akses data dan informasi,  yang dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Dengan akses yang lebih mudah, bisnis dan industri dapat berkembang lebih baik dan berkontribusi pada peningkatan PDB.

3.         Peningkatan Ekonomi Daerah: Pembangunan infrastruktur seperti stadion, jalan tol, atau bandara dapat meningkatkan pariwisata dan daya tarik investasi di daerah tersebut. Hal ini berdampak pada pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan usaha lainnya di sekitar infrastruktur tersebut, yang pada gilirannya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Meskipun terdapat dampak positif, penting juga untuk meminimalkan dampak negatif pembangunan infrastruktur terhadap lingkungan dan masyarakat. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

1.         Pengelolaan Lingkungan yang Tepat: Melakukan pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan SOP untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini meliputi pemantauan, pengendalian polusi, dan perlindungan terhadap ekosistem yang terkena dampak pembangunan.

2.         Analisis Risiko: Melakukan analisis risiko terhadap dampak pembangunan infrastruktur yang mungkin terjadi, sehingga langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk mengurangi atau menghindari risiko tersebut.

3.         Konsultasi dan Persetujuan Masyarakat:

Penting untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan infrastruktur. Konsultasi dan mendapatkan persetujuan masyarakat setempat dapat membantu meminimalkan ketidakpuasan dan protes yang mungkin muncul. Selain itu, perlu adanya kompensasi atau solusi bagi warga yang terdampak, seperti relokasi yang memadai atau pembukaan lapangan pekerjaan baru.

Dengan menjaga keseimbangan antara dampak positif dan negatif, serta melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan, pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan.

 

Kesimpulan

Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Pembangunan infrastruktur merupakan pelayanan yang diberikan oleh negara kepada rakyat sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Infrastruktur yang memadai menjadi dasar yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti jalan raya, jembatan, bandara, pelabuhan, jaringan listrik, telekomunikasi, air bersih, dan sistem transportasi. Infrastruktur yang baik dan terkelola dengan baik akan memberikan manfaat yang luas, termasuk peningkatan konektivitas, mobilitas, aksesibilitas, dan efisiensi dalam berbagai sektor ekonomi.

Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi domestik dan asing, serta meningkatkan daya saing suatu negara dalam pasar global(Kusumawardhani, 2020). Infrastruktur yang memadai juga membantu dalam penyediaan layanan publik yang lebih baik, seperti pendidikan, kesehatan, dan sanitasi. Selain itu, infrastruktur yang baik juga dapat memfasilitasi proses demokratisasi dan desentralisasi dengan memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperluas akses informasi dan komunikasi. Pemerintah perlu berperan aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola pembangunan infrastruktur secara efisien dan transparan. Penting untuk melibatkan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat, efektif dalam penggunaannya, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Dalam konteks pembangunan nasional, pembangunan infrastruktur merupakan upaya yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mencapai tujuan pembangunan yang lebih luas, seperti pengentasan kemiskinan, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kualitas hidup

 

BIBLIOGRAFI

Adisaputro, Sony Eko. (2020). Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Era Milenial Membentuk Manusia Bermartabat. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 1(1).

Annas, Prasetyo. (2022). PENGARUH EKONOMI KREATIF, NILAI TRANSAKSI PEMBAYARAN NON TUNAI (E-MONEY) DAN INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2010-2018 DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

Bahri, Saiful. (2021). Literasi digital menangkal hoaks covid-19 di media sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS), 10(1), 16–28.

Danugroho, Agus. (2022). Pendidikan dalam Kacamata Ketahanan Nasional (Vol. 1). Jejak Pustaka.

Deliabilda, Siti Awaliyati, Marlisa, Vina, Anditya, Finda Selli, Ariana, Tunggu, & Dasman, Sunita. (2021). Penerapan Nilai-nilai Ekonomi Pancasila dalam Percepatan Ekonomi Inklusif di Era Society 5.0. JURNAL EMAS: Ekonomi Manajemen Akuntansi Kewirausahaan, 1(1), 1–20.

Firdaus, Inas Tasya, Tursina, Melinia Dita, & Roziqin, Ali. (2021). Transformasi Birokrasi Digital Di Masa Pandemi Covid-19 Untuk Mewujudkan Digitalisasi Pemeritahan Indonesia. Kybernan: Jurnal Studi Kepemerintahan, 4(2), 226–239.

Hasanah, Uswatun. (2020). Pengaruh perceraian orangtua bagi psikologis anak. Agenda: Jurnal Analisis Gender Dan Agama, 2(1), 18–24.

Kusumawardhani, Yuviani. (2020). Kajian 14 pillar pada Travel And Tourism Competitiveness Index (TTCI) sebagai indikator daya saing pariwisata suatu negara. Tourism Scientific Journal, 6(1), 79–95.

Radinal, Willy. (2023). Pengembangan Kompetensi Tenaga Pendidik DI Era Disrupsi. Al Fatih.

Rokhman, Fathhur, & Pristiwati, Rahayu. (2023). Dari Dunia Offline ke Dunia Online: Merangkul Literasi Digital. Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia), 13(1), 44–54.

Sasuwuk, Carlo Devi. (2023). Perencanaan Perguruan Tinggi Kristen Negeri Berbasis Siber (Studi di IAKN Manado). JMPK: Jurnal Manajemen Pendidikan Kristen, 3(1), 49–54.

Sugihartati, Rahma. (2022). Paradoks Perkembangan Masvarakat Informasi: Antara Llterasi Dan Kesenjangan Digital.

Susanto, Edy, Antira, Lady, Kevin, Kevin, Stanzah, Edo, & Majid, Assyeh Annasrul. (2023). Manajemen Keamanan Cyber di Era Digital. Journal of Business And Entrepreneurship, 11(1), 23–33.

Tahar, Achmad, Setiadi, Pompong B., & Rahayu, Sri. (2022). Strategi pengembangan sumber daya manusia dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 menuju era society 5.0. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 12380–12394.

Yakup, Anggita Permata. (2019). Pengaruh Sektor Pariwisata terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Universitas Airlangga.


 

Copyright holder:

Winda Kustiawan, Ahmad Andrehadi Hasibuan, Nurhidayah Lubis, Muhammad Fauzan Fayrozi, Maisarah (2023)

 

First publication right:

Equivalent: Journal of Social Engineering Science

 

This article is licensed under: