Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik

e-ISSN: 2775-0833; p-ISSN:   2775-0329

Vol. 4 , No. 1, Januari 2022

 

PENGARUH MOTIVASI DAN MENTAL KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT MAHASISWA MANAJEMEN UNTUK BERWIRAUSAHA

 

Divia Zulianti, Zuhrinal M. Nawawi

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Email: diviaapril2304@gmail.com, zuhrinal.nawawi@uinsu.ac.id

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah unutk mengetahui pengaruh motivasi dan mental berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Objek pada penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi S1 Manajemen UINSU Medan angkatan 2018-2021 yang mayoritas sudah pernah menempuh mata kuliah Kewirausahaan. Penelitian ini mengunakan pengumpulan data primer dan sekunder. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 30 mahasiswa dari jumlah populasi 250 mahasiwa. Data dioleh dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi ganda, uji uji hipotesis dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, mental berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha dan secara garis besar motivasi berwirausaha dan mental berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha para mahasiswa Program Studi S1 Manajemen UINSU Medan.

 

Kata kunci: motivasi berwirausaha; mental berwirausaha; minat berwirausaha

 

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of motivation and entrepreneurship mentality on the entrepreneurial interest of students in the Management Study Program of the State Islamic University of North Sumatra. The object of this research is the 2018-2021 UINSU Medan Management Undergraduate Study Program students, the majority of whom have taken Entrepreneurship courses. This study uses primary and secondary data collection. The samples used in this study were 30 students from a total population of 250 students. Data obtained by testing the validity, reliability, classical assumption test, multiple regression test, hypothesis testing and coefficient of determination test. The results showed that entrepreneurial motivation had a positive and significant effect on interest in entrepreneurship, entrepreneurship mentality had a positive and significant effect on interest in entrepreneurship and broadly, entrepreneurial motivation and entrepreneurial mentality had a positive and significant effect on entrepreneurial interest in students of the Management Study Program of UINSU Medan.

                                    

Keywords: Entrepreneurial motivation; entrepreneurial mentality; interest in entrepreneurship

 

Pendahuluan

Setiap mahasiswa yang lulus dari perguruan tinggi pasti  berkeinginan untuk bisa mengamalkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama belajar didunia kampus sebagai pilihan untuk bekerja. Tapi pada nyatanya ada beberapa pilihan yang kemungkinan akan kita alami setelah menyelesaikan studinya. Pertama, menjadi seorang pegawai atau karyawan pada suatu perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara atau pegawai negeri. Kedua, membuka usaha sendiri (berwirausaha) dalam bidang yang sesuai dengan ilmu pengetahuan yang didapat selama di perguruan tinggi. Ketiga, menjadi pengangguran karena sulit dan sengitnya persaingan atau semakin berkurangnya lapngan kerja yang sesuai dengan latar belakang studinya (Basrowi, 2016).

Saat ini di era globalisasi, kewirausahaan (enterpreneur) merupakan persoalan yang sangat penting untuk meningkatkan perekonomian negara. Kemajuan dan kemunduran ekonomi suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberadaan para wirausahawan. Perkembangan kewirausahaan di Indonesia saat ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. Di negara-negara maju di Benua Eropa maupun Amerika, setiap sepuluh menit lahir wirausahawan baru. Menjadi seorang entrepreneur adalah sebuah pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup, setelah menyelesaikan tugas yang diberikan orang tua kepada anaknya untuk mencari ilmu, yaitu sekolah dan juga kuliah (Agustina, 2015). Setiap tindakan selalu mempunyai motivasi yang melatar belakanginya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2005), motivasi adalah kemauan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah dorongan. Motivasi seseorang tergantung kepada kekuatan motifnya. Mental merupakan hal yang mendasar yang dimiliki oleh seseorang. Definisi mental sendiri yaitu sikap seseorang dalam berperilaku. Manusia yang bermental wirausaha mempunyai kemampuan keras untuk mencapai tujuan dan kebutuhan hidupnya. Menurut KBBI (2005), minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap suatu gairah atau suatu keinginan. Menurut Heri (1998) Minat adalah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu yang merupakan kekuatan di dalam dan tampak dari luar. Minat berhubungan erat dengan pikiran dan perasaan. Manusia memberi corak dan menentukan sesudah memilih dan mengambil keputusan. Perubahan minat memilih dan mengambil keputusan disebut keputusan kata hati.

 

Motivasi Berwirausaha

Secara umum motivasi adalah suatu proses yang mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif maupun negatif. Motivasi akan memberikan perubahan pada seseorang yang muncul akibat dari perasaan, jiwa dan emosi sehingga mendorong untuk melakukan tindakan sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan tersebut. Motivasi menjadi suatu kekuatan, tenaga atau daya, atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari (Makmun, 2003).

Motivasi dipengaruhi oleh faktor internal/instrinsik dan faktor eksternal/ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang bersumber factorfaktor dalam diri sendiri. Faktor intrinsik meliputi dorongan, keinginan diri sendiri untuk mengetahui informasi dan pemahaman, pendapat ketrampilan tertentu, mengembangkan sikap, menikmati kehidupan dan lain-lain. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah bentuk motivasi yang bersumber dari luar diri individu yang sulit dikendalikan dan dapat cepat hilang karena dipengaruhi oleh ajakan orang lain. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita simpulkan kewirausahaan adalah proses penerapan inovasi dan kreatifitas dalam penemuan peluang usaha yang dilakukan dengan semangat, dan keberanian mengambil resiko (Ariyanti, 2018).

 

Mental Berwirausaha

Secara etimologi kata “mental” berasal dari bahasa Yunani, yang sama dengan pengertian psyche, artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Mental adalah sesuatu yang berhubungan dengan pikiran atau pikiran itu sendiri. Secara sederhana mental dapat dipahami sebagai sesuatu yang berhubungan dengan batin dan watak atau karakter, tidak bersifat jasmani (badan).

Mental adalah sesuatu yang ada dalam diri setiap manusia, yang tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung, dan keduanya berhubungan dengan kepribadian seseorang. Mental berwirausaha dapat diartikan sebagai kejiwaan seorang yang pemikirannya selalu berusaha mencari, memanfaatkan, serta menciptakan peluang usaha. Peluang usaha ini mungkin akan menguntungkan baik secara finansial maupun sosial, namun resiko kerugian tak lepas menghantui kita. Tidak ada istilah rugi selama seseorang melakukan usaha dengan penuh keberanian dan penuh perhitungan (Fadiati & Purwana, 2011). Inilah yang disebut jiwa wirausaha. Dan berkemauan keras, keyakinan pada diri, motivasi yang kuat adalah mental wirausaha. Mental berwirausaha adalah kejiwaan seseorang yang berkemauan keras, keyakinan pada diri, motivasi yang kuat adalah mental wirausaha. Dalam menjalankan suatu usaha (wirausaha) seorang pelaku usaha harus memiliki jiwa dan mental yang:

1.   Kreatif dan inovatif;

2.   Optimis, tegar dan ulet;

3.   Bekerja keras;

4.   Multi tasking;

5.   Berhemat;

6.   Berani mengambil resiko.

Mental berkaitan erat dengan kepribadian seseorang. Kepribadian merupakan unsur penting sebagai dasar dan titik tolak mencapai hasil dalam perjuangan hidup. Pembinaan mental dan kepribadian dapat dikatakan lebih menitikberatkan membedah pada “tenaga dalam” seperti kejujuran, ketekunan, keuletan, kemauan, tanggung jawab, percaya diri, rajin berdaya upaya, tidak mudah putus asa, tidak mengharap belas kasih dan kreatif (Dafiri, 2016).

 

Minat Berwirausaha

Minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusah dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri (Djaali, 2008). Minat merupakan kecenderungan pada rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada paksaan dari luar. Rasa ketertarikan itu bukan karena paksaan tapi kesadaran yang tinggi karena keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan. Aspek - aspek minat menimbulkan daya ketertarikan yang dibentuk oleh dua aspek yaitu aspek kognitif dan afektif, berupa sikap, kesadaran individual, perasaan senang, arah kepentingan individu, adanya ketertarikan yang muncul dari dalam diri, dan berpartisipasi terhadap apa yang diminati. Sedangkan minat wirausaha adalah keinginan, ketertarikan serta kesediaan untuk bekerja keras atau berkemauan keras dengan adanya pemusatan perhatian untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takun akan resiko yang akan dihadapi (Alifuddin, & Razak, 2015).

Minat berwirausaha meliputi sikap umum terhadap wirausaha, kesadaran spesifik untuk menyukai wirausaha, merasa sendang dengan wirausaha. Untuk menjadi wirausaha yang sukses maka seseorang harus bekerja keras, mempunyai semangat yang tinggi dan yakin terhadap kemampuan dirinya sebagai wirausahawan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha adalah:

a)   the factor inner urge adalah rangsangan yang datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah menimbulkan minat,

b)  the factor of social motive adalah minat seseorang terhadap obyek atau sesuatu hal, di samping hal dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri manusia juga dipengaruhi oleh motif sosial,

c)   emotional factor adalah faktor perasaan dan emosi mempunyai pengaruh terhadap obyek.

Minat berwirausaha seseorang dapat dilihat dari dua indikator utama yaitu:

(1) seberapa kuat upaya seseorang untuk berani mencoba melakukan aktivitas kewirausahaan; (2) seberapa banyak upaya yang direncanakan seseorang untuk melakukan aktivitas kewirausahaan (seperti aktivitas dalam mengelola waktu dan keuangan untuk tujuan berwirausaha).

Minat berwirausaha juga dipengaruhi oleh adanya soft skills yang tinggi, karena untuk menjadi seorang wirausahawan dibutuhkan berbagai keterampilan dan karakter pribadi yang kuat. Aspek kewirausahaan meliputi beberapa hal antara lain:

a.   mampu menginderakan peluang usaha sehingga mampu melihat dan memanfaatkan peluang untuk mengadakan langkah langkah perubahan menuju masa depan yang lebih baik, b. memiliki rasa percaya diri dan mampu bersikap positif terhadap diri sendiri dan lingkungannya dan berkeyakinan bahwa usaha yang dikelolanya akan berhasil,

b.   berperilaku memimpin yaitu mengarahkan, menggerakkan orang lain, serta bertanggung jawab untuk meningkatkan usaha,

c.   memiliki inisiatif untuk jadi kreatif dan inovatif yaitu memiliki prakarsa untuk menciptakan produk atau metode baru lainnya yang lebih baik, mutu dan mampu bersaing,

d.   mampu bekerja keras secara energik, tekun dan tabah untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan tanpa mengenal putus asa, dan

e.   berpandangan luas dan berani mengambil resiko serta tanggap pada saran dan kritik sebagai dorongan untuk berbuat lebih baik.

Maka dari itu terdapat tiga hipotesis dalam penelitian ini

H1: Motivasi berwirausaha berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa S1 Manajemen UINSU Medan

H2: Mental berwirausaha berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa S1 Manajemen UINSU Medan

H3: Motivasi berwirausaha dan mental berwirausaha berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa

 

Metode Penelitian

Penelitian dilakukan di UINSU Medan. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek dan subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang dtetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi S1 Manajemen FEBI UINSU Medan Angkatan 2018-2021 yang berjumlah 250 orang.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi. Menurut (Arikunto, 2010) apabila subyek atau populasi kurangdari seratus lebih baik diambil semua sehinggan penelitiannya merupakan penelitian populasi dan jika subyeknya lebih dari seratus maka dapat diambil sampel antara 10 – 15% atau 20 – 25%. Penelitian ini mengambil sampel sebesar 20% sehingga ditemukan sampel sebesar 30 mahasiswa karena jumlah keseluruhan adalah 250 mahasiswa.

 

Hasil dan Pembahasan

1.   Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen

a.   Uji Validitas Instrumen

Pengujian validitas dilakukan dengan program SPSS dengan pengambilan keputusan berdasarkan nilai Corrected Item-Total Correlation >0,3, maka item/pertanyaan tersebut disebut valid dan sebaliknya. Seluruh pertanyaan untuk variabel (Motivasi Berwirausaha, Mental Berwirausaha, dan Minat Berwirausaha) memiliki koefisien validitas, karena nilai Corrected Item-Total Correlation > 0,3, sehingga item-item tersebut layak digunakan sebagai alat ukur penelitian.

 

 

 

b.  Uji Reliabilitas Instrumen

Uji Reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan yang dinyatakan valid. Uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha dan hasil yang diperoleh menunjukan nilai Cronbach Alpha untuk variabel (Motivasi Berwirausaha, Mental Berwirausaha dan Minat Berwirausaha) > 0,60, artinya ketiga variabel independen dinyatakan reliabel atau memenuhi  persayaratan.

 

c.   Uji Hipotesis

Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t dan uji F. Uji t digunakan untuk membuktikan pengaruh secara parsial variabel independen terhadap variabel dependen, dan uji F digunakan untuk membuktikan pengaruh secara serentak variabel independen terhadap variabel dependen. menunjukkan bahwa variabel indevenden Motivasi Berwirausaha (X1) diperoleh nilai t hitung sebesar 3,323 dengan probabilitas sig sebesar 0,002 yang nilai di bawah 0,05 sehingga Ha diterima yang artinya bahwa terdapat pengaruh positif signifikan.

Motivasi Berwirausaha (X1) terhadap Minat Berwirausaha (Y). Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel indevenden Mental Berwirausaha (X1) diperoleh nilai t hitung sebesar 3,501 dengan probabilitas sig sebesar 0,001 yang nilai di bawah 0,05 sehingga Ha diterima yang artinya bahwa terdapat pengaruh positif signifikan Mental Berwirausaha (X1) terhadap Minat Berwirausaha (Y).

 

Kesimpulan

Motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi motivasi berwirausaha yang dimiliki oleh para mahasiswa Program Studi S1 Manajemen FEBI UINSU Medan maka minat berwirausahanya juga akan semakin tinggi.

Mental berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin kuat mental berwirausaha pada diri para mahasiswa Program Studi S1 Manajemen FEBI UINSU Medan maka minat berwirausahanya juga akan semakin kuat.

Secara bersama-sama motivasi berwirausaha dan mental berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, semakin meningkat motivasi berwirausaha dan mental berwirausaha maka minat berwirausaha para mahasiswa Program Studi S1 Manajemen FEBI UINSU Medan akan semakin meningkat.

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Agustina, T. S. (2015). Kewirausahaan: Teori dan Penerapan pada Wirausaha dan UKM di Indonesia.Google Scholar

 

Alifuddin, M., & Razak, M. (2015). Kewirausahaan: Strategi Membangun Kerajaan Bisnis. Google Scholar

 

Arikunto, Suharsimi. (2010). Metode peneltian. Jakarta: Rineka Cipta. Google Scholar

 

Ariyanti, A. (2018). Pengaruh Motivasi dan Mental Berwirausaha terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa. Jurnal Pengembangan Wiraswasta, 20(2), 95-106. Google Scholar

 

Basrowi. (2016). Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum. Bandung: Alfabeta

 

Dafiri D., D. Made. (2016). Kewirausahaan. Cetakan ke-1. Depok: PT Rajagrafindo Persada Direktorat Jenderal Pembelajaran & Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. (2015). Pedoman Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Jakarta.

 

Djaali, H., & Muljono, P. (2008). Pengukuran dalam bidang pendidikan. Jakarta: Grasindo, 2(8). Google Scholar

 

Fadiati, A., & Purwana, D. (2011). Menjadi wirausaha sukses. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Google Scholar

 

Heri, P. (1998). Pengertian Minat Menurut Para Ahli Artikel Definisi Minat, Faktor, Macam Fungsi, Peukuran, Proses. Retrieved January 28, 2019. Google Scholar

 

KBBI, T. (2005). Kamus besar bahasa indonesia (Edisi Keempat). Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Google Scholar

 

Copyright holder :

Divia Zulianti, Zuhrinal M. Nawawi (2022)

 

First publication right :

Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik

 

This article is licensed under: